Ciputra : Indonesia Hanya Ciptakan Sarjana Pencari Kerja

September 3, 2009 at 12:14 am 1 komentar

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pendidikan, karena hal itu hanya sebagian, melainkan karena negara tidak menumbuhkembangkan entrepreneurship dan jiwa entrepreneur dengan baik pada masyarakatnya.

“Kita banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat kita terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif,” ujar Ciputra di hadapan peserta seminar “Entrepreneurship Inspiring Our Journey” yang digelar di SMA Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (29/8).

Entrepreneur atau wirausahawan, kata pria yang akrab disapa Pak Ci’ ini, adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas. Dengan demikian, kata dia, negara selama ini hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi menjadikan mereka lulusan yang tidak kreatif.

“Malaysia punya lebih banyak wirausahawan daripada Indonesia, kini mereka lebih maju karena pendapatannya yang empat kali lebih besar dari Indonesia,” ujar Pak Ci’.

Sarjana pencari kerja

Makin banyak entrepreneur, sejatinya semakin makmur suatu negara. Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika minimal mempunyai jumlah wirausahawan minimal 2 persen dari jumlah penduduk di negara tersebut.

Menurut Ir Antonius Tanan, Direktur Human Resources Development (HRD) Ciputra Group yang juga menangani Ciputra Entrepreneurship School (CES), bahwa pada 2007 lalu AS memiliki 11,5 persen wirausahawan di negaranya.

Sementara itu, Singapura memunyai 4,24 juta wirausahawan pada 2001 atau sekitar 2,1 persen. Namun, empat tahun kemudian jumlah tersebut meningkat menjadi 7,2 persen, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,18 persen jumlah wirausahawan.

“Negara kita terlalu banyak memiliki perguruan tinggi dan terlalu banyak menghasilkan sarjana, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja,” tandas Antonius.

“Akhirnya kita hanya banyak melahirkan pengangguran terdidik, tahun 2008 kita punya 1,1 juta penganggur yang merupakan lulusan perguruan tinggi,” ujarnya.

Data tahun 2005/2006, misalnya, lanjut Antonius, terdapat 323.902 lulusan perguruan tinggi yang lulus. Kemudian dalam waktu 6 bulan dari Agustus 2006 sampai Februari 2007, jumlah penganggur terdidik naik sebesar 66.578 orang.

“Generasi muda kita tidak memiliki kecakapan menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri karena mereka terbiasa berpikir untuk mencari kerja,” ujar Antonius.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , , , , .

Christian School Of Masehi 1 Semarang Proses Untuk Menjadi Wirausaha Sukses

1 Komentar Add your own

  • 1. floreda  |  September 30, 2009 pukul 3:02 am

    boriel
    pak,ini alamat blog saya,
    tri floreda XII is2,trim’s

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SMA Masehi 1 PSAK Semarang


Visit Semarang Students Community

TRANSLATE

English
Italia

free counters

LINK PENTING

SMA MASEHI 1 PSAK
E-BOOK DEPDIKNAS
JARDIKNAS
Yayasan PSAK


1. Sex edukasi 2. Depdiknas 3. Belajar 4. Olimpiade 5. Sekolah 6. Agama 7. Lagu 8. Free 9. MP3 10. Aplikasi 11. Download 12. Anti Virus 13. Soal 14. Rpp 15. KTSP 16. Lomba 17. PTK 18. Lowongan 19. PNS 20. CPNS

Ini Yang Anda Cari ?

Cerita Cinta, Cerita Remaja, Cerita Adat, Demokrasi, Pembelajaran, Guru, Pembuatan PTK, Biologi, Fisika, Kimia, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Depdiknas, Sertifikasi guru, Uang, Artis, Cantik, Sex, Bulan, Kiamat, Agama,muhammad,yesus,Tuhan,ramalan,primbon

cerita depdiknas jardiknas ktsp lpmp mgmp ptk school semarang silabus soal un Uncategorized

%d blogger menyukai ini: